"Tulis Ceritamu": Menuangkan imajinasi, melatih keahlian menulis | Marsiajar

Rencana Ajar

  • Guru
    ms. erna tampubolon
  • Mata Pelajaran
  • Harga
    GRATIS

"Tulis Ceritamu": Menuangkan imajinasi, melatih keahlian menulis


A professional writer is an amateur who didn’t quit.”— Richard Bach

“Seorang penulis profesional adalah seorang penulis amatir yang tidak pernah berhenti menulis”, demikian kira-kira pengertian dari ungkapan Richard David Bach seorang penulis legendaris berkebangsaan Amerika yang telah menghasilkan maha karya karena keuletannya untuk tetap menulis dan menginspirasi jutaan penulis lainnya untuk terus berkarya.

Demikian jugalah kerinduan hati saya, sebagai seorang guru Bahasa Inggris, ingin melatih peserta didik saya, murid saya untuk mau menuangkan buah pikiran dalam tulisan sekalipun ini tidak mudah. Di tahun pertama ketika saya berkomitmen mendorong murid saya untuk menulis, banyak di antara mereka yang menolak dengan alasan tidak puny aide, tidak pandai Bahasa Inggris, tidak suka grammar dan alasan lain yang memang masuk akal. Namun, jika saya menyerah saat itu, mungkin saya tidak akan menuai hasilnya di tahun berikutnya. Pelan-pelan tapi pasti.

RPP kali ini saya tujukan untuk kelas 10 (sepuluh) dengan pertimbangan bahwa mereka masih belum terbiasa menulis essai dalam Bahasa Inggris. Untuk melatih mereka menulis, maka harus mencari topik yang kira-kira mereka sukai karena mereka mengalami sendiri. Saya meyakini dengan penjelasan yang sangat baik, akan meminimalisir kendala-kendala yang sangat mungkin dihadapi oleh para penulis pemula ini.

Berikut langkah-langkah pembelajaran yang saya lakukan:

  1. Mempersiapkan materi dengan baik

Saya mempersiapkan materi berupa slide presentasi saya, outline, dan juga rubrik ke google drive agar bisa diakses peserta didik sebelum pertemuan di Zoom. Saya meminta mereka untuk membaca terlebih dahulu agar mereka memahami topik dan dapat langsung menanyakan hal-hal yang belum dimengerti.

  1. Di pertemuan Zoom

Dengan hadir di Zoom, siswa akan semakin memahami topik dan bisa lebih mudah mengerjakan tugas. Saya membuat beberapa aturan agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Di antaranya:

  • Meminta siswa mempersiapkan buku dan pena untuk mencatat hal-hal yang dirasa penting.
  • MemastikanMute speaker agar tidak mengganggu kecuali diminta guru untuk menjawab pertanyaan.
  • Raise hand” apabila ada yang dinyatakan atau boleh menuliskan di dalam kolom komentar
  • Siswa yang tidak dituntuk untuk menjawab pertanyaan dipersilahkan menulis jawaban di kolom komentar.
  • Zoom meeting hanya berlangsung selama 45 menit.
  • Siswa dapat menghubungi guru apabila ada kendala di nomor whats app.

Di pertemuan Zoom, dijelaskan bahwa tujuan pembelajaran adalah untuk melatih kemampuan menulis siswa dengan topik yang mereka alami. Di bawah tema “Write Your Story During Quarantine”, siswa akan memiliki banyak ide. Ide-ide inilah yang harus dirapikan dengan mengikuti struktur teks dan unsure kebahasaaan narrative. Selain itu, tahap-tahap penulisan diberikan kepada siswa agar mereka lebih memahami cara penulisan teks tersebut. Tahap yang pertama adalah meminta mereka membuat mind map atau story arc. Contoh dapat mereka lihat di presentasi guru dan dapat mengikuti contoh tersebut. Di mind map itu harus tergambar dengan jelas struktur teks seperti orientation, conflict, rising conflict, climax, falling action, dan resolution. Mind map ini akan sangat menolong siswa untuk mencurahkan ide dan mengembangkannya menjadi essai yang utuh, dan inilah tahap yang kedua. Di tahap terakhir, mereka harus melakukan final revisions and edits. Di tahap ini peserta didik akan memeriksa apakah essai mereka sudah memenuhi syarat-syarat penulisan Narrative text. Rubrik penilaian akan semakin menolong mereka membuat essai yang baik.

  1. Selama Penugasan

Peserta didik diberikan beberapa sumber belajar agar mereka bisa melihat contoh dan semakin memahami penjelasan saya. Saya juga mengingatkan mereka agar berhati-hati dalam menulis dan mengikuti kaidah penulisan seperti yang sudah dijelaskan. Saya selalu berpesan pada murid saya bahwa tidak mengapa mereka melakukan kesalahan, tetapi jangan asal buat. Essai harus dibuat sebaik usaha mereka dan tidak harus sempurna karena ini merupakan proses pembelajaran.

Demikan langkah pembelajaran yang dapat dilakukan untuk menolong siswa kelas X (sepuluh) menulis Personal narrative essay.  Kelas Bahasa Inggris saya adalah kelas yang sangat sibuk tadinya, saya mendorong mereka untuk membaca dan menulis sampai saya sadar bahwa sibuk saja tidak cukup, mereka harus engaged atau melekat dengan pelajaran saya.

Pesan saya, jangan pernah berani membuat siswa untuk menulis jika kelas Bahasa Inggrismu bukanlah kelas literasi. Karena tanpa kelas literasi, harapan untuk membuat mereka menulis akan menuai kekecewaan. Bangunlah kelas literasi agar mereka terdorong untuk menulis. Sekali lagi, penulis profesional adalah penulis amatir yang tidak pernah menyerah. 

 

Rincian Informasi:

Tanggal unggah

30-05-2020

Format File

Mata Pelajaran

Tingkat

Harga

GRATIS

Guru

Julpri Ernawanti Tampubolon
Guru -

Penilaian

Average Rating:4

5 Stars10
4 Stars10
3 Stars10
2 Stars0
1 Star0

Komentar

Leave a Comment