Dimensi Pengetahuan dalam K13 | Marsiajar

Best Practice

DIMENSI PENGETAHUAN DALAM KURIKULUM 2013

 

Kurikulum 2013 terus mengalami penyempurnaan, hal ini mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi dalam menghadapi abad 21.  Hal ini tentunya menuntut guru untuk terus belajar memperlengkapi dirinya.  Dalam penerapan Kurikulum 2013, proses pembelajaran menuntut siswa menjadi aktif, siswa tidak hanya pasif menerima pembelajaran, karena itu, guru dituntut harus bisa mengarahkan agar siswa menjadi aktif. Guru berperan sebagai fasilitator. 

Dalam menentukan arah materi yang dituntut dalam kompetensi dasar (KD) pada Kurikulum 2013, kita harus memahami dimensi pengetahuan yang sesuai dengan kompetensi dasar yang diminta. Memahami dimensi pengetahuan ini merupakan perwujudan kompetensi professional masing-masing guru.  Dengan memahami dimensi pengetahuan tersebut, memudahkan guru untuk menentukan indikator pencapaian kompetensi (IPK) serta tujuan pembelajaran.

 

Dimensi pengetahuan terdiri dari empat, yaitu:

  1. Pengetahuan Faktual
  • Pengetahuan faktual berisi tentang fakta-fakta yang mendetail, spesifik, dan elementer.
  • Pengetahuan faktual bisa berupa kejadian atau peristiwa yang dapat dilihat, didengar, dibaca, atau diraba
  • Contoh: mengamati buku, siswa dapat mendeskripsikan ciri-ciri dari buku tersebut. Contoh lainnya menghidupkan mobil, maka dapat didengarkan dengan cermat bagaimana suara mesin mobil tersebut
  • Pengetahuan faktual juga meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para ahli dalam mengkomunikasikan disiplin akademik, dan penyusunan dimensi pengetahuan secara sistematis. Misalnya penggunaan simbol, lambang, gambar ataupun label.  Contohnya penggunaan simbol pada peta, kosakata dan sebagainya.

 

  1. Pengetahuan Konseptual
  • Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan tentang bentuk yang lebih kompleks dan terorganisasi, mencakup klasifikasi dan kategori, prinsip, model, dan struktur
  • Contoh: prinsip mengendarai mobil, struktur organisasi sekolah, terjadinya rotasi bumi, pdan sebagainya
  • Pengetahuan konseptual juga mefeleksikan bagaimana para ahli berfikir dan menyelesaikan masalah mereka, dimana pengetahuan khusus menjadi penting dari masalah yang telah diselesaikan. Misalnya pengetahuan bagian-bagian kalimat (kata benda, kata kerja, kata sifat), pengetahuan tentang periode bulan, pengetahuan evolusi, dan sebagainya

 

  1. Pengetahuan Prosedural
  • Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu, mencakup pengetahuan dalam hal keterampilan dan algoritmik, teknik dan metode, dan langkah-langkah penyusunan ataupun penyelesaian masalah secara sistematis
  • Contoh: langkah membuat kincir angin sederhana, mengatasi masalah kekosongan ketua kelas, langkah menulis dengan menggunakan cat air, langkah-langkah menyelesaikan persamaan kuadrat, dan sebagainya.

 

  1. Pengetahuan Metakognitif
  • Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan kognisi (mengetahui dan memahami)
  • Kemampuan metakognisi juga melibatkan tentang proses berfikir sendiri, seperti keterampilan belajar, kemampuan ingatan, dan kemampuan memantau pembelajaran.
  • Pengetahuan metakognitif ini menunjukkan kesadaran seseorang tentang bagaimana ia belajar, kemampuan untuk menilai kesukaran sesuatu masalah, kemampuan untuk mengamati tingkat pemahaman dirinya, kemampuan menggunakan berbagai informasi untuk mencapai tujuan, dan kemampuan menilai kemajuan belajar sendiri.
  • Contoh: apa yang akan terjadi jika tidak terjadi perkembangbiakan pada tumbuhan? Bagaimana mengatasi banjir? Dan sebagainya.

 

_Dikutip dari berbagai sumber_

Debora Sari Dewi

pekerjaan : Guru

Comments
Leave a Comment