KEPALA ANAKKU SEBESAR BUAH SEMANGKA | Marsiajar

Motivasi

KEPALA ANAKKU SEBESAR BUAH SEMANGKA

Pak Matius Wibowo adalah seorang pengusaha tekstil sekaligus hamba Tuhan yang pernah bersaksi di Kampus STEMIK Pelita Nusantara Medan. Ia menceritakan kisah yang sangat memilukan hatinya. Anak laki-laki kesayangannya yang masih duduk di bangku SMA mengalami kecelakaan. Selain pintar anak remaja ini aktif dalam pelayanan muda-mudi. Suatu sore ia pulang dari pelayanan remaja dengan mengendarai sepeda motor yang baru dipelajarinya dengan menyandang gitar dibelakangnya, sedang memboncong temannya. Namun di tengah jalan ia disalip oleh pengendara lain, karena gugup ia mencoba menekan rem namun sayang yang ia tekan adalah gas sepeda motor. Akhirnya ia menabrak sebuah pohon. sehingga kepalanya terbentur ke pohon dan retak.

Dari pihak kepolisian Pak Matius Wibowo dihubungi bahwa anaknya berada di ruang ICU. Dengan segera ia meninggalkan pabrik tekstilnya menuju rumah sakit. Ia tak tahan melihat kondisi anaknya yang pingsan di ruang ICU, kepalanya sebesar buah semangka. Ia meminta anaknya supaya dipindahkan ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatan medisnya. Tidak puas dengan rumah sakit yang kedua, ia berusaha untuk menghubungi dokter pribadinya yang berada di Singapura. Ia memohon supaya tim dokter dari Singapura datang untuk menolong anaknya berapapun harganya. Ia rela untuk menjual pabrik tekstil dan seluruh kekayaannya supaya anaknya selamat. Tapi baru saja dokter Singapura menghubungi dokter Indonesia, anak pak Matius Wibowo sudah tiada.

Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa sekuat apapun usaha kita untuk mempertahankan nyawa, namun jika Dia ingin memanggil, maka itu semua tidak akan terelakka. Bahkan hal yang sulit bagi Tuhan Allah akan Ia lakukan supaya manusia boleh hidup kembali. Tuhan Allah mengubah diri-Nya yang tak terbatas menjadi manusia yang terbatas. Can you imagine that, You are so precious in the sight of God? Allah tidak dapat mengubah keputusannya bahwa upah dosa adalah maut. Ia harus menjalankan keadilan. Setiap yang bersalah harus dihukum. Anda juga akan marah apabila ada orang yang bersalah bebas dari hukuman, bukan? Namun Allah telah menanggung hukuman itu atas diri-Nya sendiri. Bagaimana caranya sementara Allah itu adalah Roh?. oleh sebab itu ia harus mengubah diri-Nya menjadi manusia yang berdaging dan berdarah. Allah menjadi korban pengganti untuk manusia. Inilah yang sulit bagi Allah sampai ia mengeluarkan keringat darah. Itu semua dilakukannya supaya manusia tidak mengalami kematian kekal.

Hubungan yang akrab antara Allah dan manusia yang pernah terjadi di Taman Eden, Allah ingin mengembalikannya. Dapatkah Anda bayangkan bahwa Allah merindukan Anda. Aku hendak meneteskan air mata karena aku tahu bahwa aku ini manusia abu yang berharga di mata penciptaku. Allah harus mengalami proses seperti kelahiran manusia. Oleh sebab itu ia datang menjalani Proses itu. Lahir dan tumbuh besar seperti manusia. Allah menjadi manusia selama 33 tahun. Tidakkah Anda bersyukur bahwa Allah telah datang mencari Anda, menemukan Anda dan mengganti posisi Anda yang berdosa. Keadilan dan kasih-Nya berjalan bersama. Kasihnya Ia ingin menyelamatkan manusia. Keadilannya ia menanggung hukuman manusia. Allah manakah yang seperti Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Dapatkah Anda menemukan Allah yang lain yang kasih-Nya tak terselami dan hikmat-Nya tidak terduga? Siapakah seperti Allah kita?

Mazmur 118:29 "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Yesaya 55:6 Carilah Tuhan selama Ia berkenan untuk ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.

Rabekka Tindaon

Comments
Leave a Comment